Allah Sangat Cinta

Sweetkurma hanya ingin berkongsi kisah, agar kita berasa tenang, apabila diuji. Kisah yang ku kongsikan ini memang memberi kesan kepada diriku ketika ujian hadir. Moga memberi manfaat kepada yang memerlukan, in sha Allah, aamiin…

apalah sangat ujian yang kita lalui, jika dibandingkan dengan ujian yang Nabi SAW telah lalui

Seorang laki-laki datang mengadu kepada seorang Syaikh…

Laki-laki : “Wahai Syaikh! mengapa aku selalu dikhianati oleh orang-orang, padahal aku selalu baik terhadap mereka?”

Syaikh : (diam tidak menjawab)

Laki-laki : “Mengapa hati mereka jauh dariku padahal aku tulus mencurahkan cinta dan kasih sayangku pada mereka?”

Syaikh : (diam tidak menjawab) 

Laki-laki : “Mengapa orang-orang yang ku cintai mati dan kini yang ada disekelilingku hanya musuh-musuh ku?”

Syaikh : (diam tidak menjawab)

Laki-laki : “Mengapa aku merasa begitu sendiri, sepi dan terasing dalam hidup ini?”

Syaikh : (diam tidak menjawab)

Laki-laki : “Mengapa orang-orang selalu berburuk sangka terhadap diriku?”

Syaikh : (diam tidak menjawab)

Laki-laki : “Mengapa orang yang ku percaya selalu berdusta, orang yang ku sayangi membalasku kasar dan keras hati, orang yang ku harapkan selalu pergi?”

Syaikh : (diam tidak menjawab)

Laki-laki : “Mengapa orang-orang selalu berlaku buruk padaku padahal tanganku selalu terhulur untuk kebaikan bagi mereka, aku selalu dijahati, dizalimi dan diabaikan?” 

Sampai disini laki-laki itu tidak kuat menahan tangis dan Syaikh tetap tidak berbicara sepatah kata pun. Beberapa saat setelah laki-laki itu tenang…

Syaikh menghulurkan tangannya dan mengusap dada laki-laki itu sambil berkata : “Wahai saudaraku! aku tidak tahu mengapa Allah begitu mencintaimu sehingga keadaanmu seperti ini..!

Allah memasukkanmu dalam golongan hamba-hambaNya seperti tersebut dalam firmanNya :  أولئك هم المحسنون … Muhsin itu orang-orang yang tinggi darjat kesabaran dan kebaikannya..!

Wahai saudaraku! yang engkau pertanyakan dan keluhkan padaku adalah cintanya Allah terhadap dirimu”

Laki-laki itu terdiam, matanya berbinar, hatinya tercerahkan, ia berkata : “Engkau benar wahai Syaikh, engkau telah tunjukkan jalan terang bagiku”

Ujian dan kesulitan-kesulitan hidup  tidak selalu datang sebagai musibah, akan tetapi itu adalah jalan bagi hamba untuk beroleh muhsin disisi Tuhannya.  Allah memilihnya kerana Allah mencintainya, nafaani wa iyyakum…

💝

copy paste

Sila Kongsi :